Jumat, 13 Maret 2015

Taman Nasional Gede Pangrango


Jum'at malam 24 Oktober 2014 H-1 menuju keberangkatan kami menuju Taman Nasional Gunung Gede Pangrango. Malam itu udara terasa begitu dingin, suasana sekitar tak begitu ramai tak terlihat banyak orang yang rela keluar rumah, mungkin karena mereka lebih memilih berselimut ria dibanding harus berdingin dingin diluar rumah. Namun berbeda dengan kami , cuaca dingin saat itu tak mengurangi antusiasme kami untuk bersiap diri. Saat itu kami sengaja berkumpul bersama untuk sekali lagi mempersiapkan kebutuhan-kebutuhan penunjang selama perjalanan takutnya ada yang lupa kami check. Selain itu kami juga mengantisipasi keterlambatan ketika keberangkatan kalau kami harus tidur dirumah masing-masing.
Jadilah kami semua tidur bersama malam itu layaknya ikan pindang yang ditumpuk , sebuah balai Rw menjadi hotel dadakan kami saat itu.


kesibukan ketika packing, malam sebelum hari keberangkatan

Esok hari setelah shalat subuh kami bersiap berangkat menuju Taman Nasional Gede Pangrango. Saat itu kami mengambil jalur cibodas sebagai rute karena katanya trek pendakian nya tak begitu terlalu ekstrim. Saya yang memang baru pertama kali mengunjungi TNGP sih iya iya aja diajak rute kemana juga orang awam lah maklum hehe..
Dari Banjaran-Kab. Bandung kami berangkat sekitar jam 05.30 dan tiba disana sekitar jam 09.00. Rombongan kami berjumlah 16 orang yang dibagi menjadi dua kelompok keberangkatan. 8 orang menaiki mobil, sementara 8 orang lainya sebagai tim petarung menaiki sepeda motor termasuk saya.
Begitu sampai kami tak langsung mendaki, beberapa menit kami habiskan untuk beristirahat melepas lelah yang didapat selama perjalanan , baru kemudian setelah itu kami mulai mendaki.
10.47 W.I.B rombongan tiba ditelaga biru ,kami memilih berhenti untuk sejenak menyantap bekal makanan yang telah kami bawa sebelumnya dari kampung halaman haha maklum belum sarapan dari sana. Entah memang perut yang sudah mulai meronta meminta diisi atau karena rasa kekeluargaan yang terjalin saat bersantap bersama yang membuat makanan alakadarnya itu terasa begitu sangat nikmat. Jujur untuk saya pribadi moment seperti itu adalah moment yang selalu membuat rindu.

Bersantap bersama, moment yang selalu dirindu

Beres sarapan kami melanjutkan perjalanan. Dari Telaga Biru kami sepakat tidak lagi banyak behenti karena takut kesorean kecuali hanya sesekali saja untuk minum dan melepas lelah, itu pun tak boleh lama.

Karena mungkin saat itu kebetulan adalah hari libur , trek pendakian begitu sangat ramai. banyak sekali orang yang mendaki Gunung Gede Pangrango. Kadang kami harus rela mengantri beberapa menit dengan pendaki lainya untuk bisa melewati trek pendakian yang sempit. Kayak ngantri beli tiket pertandingan bola aja gimana hehe..
14.00 rombongan kami baru tiba dipersinggahan kandang batu, begitu sampai disini saya tercengang dengan banyaknya tenda pendaki yang sudah terlebih dahulu berjejer, Meeen penuh banget ..
Selain itu di area ini ada beberapa warung dadakan berdiri menjajakan dagangan nya , sumpah selama mendaki gunung ini pertama kali saya melihat ada warung yang terdapat di gunung.

Sekitar setengah jam kami putuskan beristirahat disini sambil makan siang baru kemudian melanjutkan pendakian.

Dari Kandang Batu menuju puncak gunung, trek berubah menjadi terasa sulit. Banyak terdapat tanjakan tanjakan curam salah satunya tanjakan setan. Bukan karena di tanjakan ini banyak dihuni setan atau makhluk gaib tapi mungkin karena untuk para pendaki trek di tanjakan ini terasa nyeremin sama kayak seremnya setan. Yakali..
Banyak nya tanjakan mau tidak mau memperlambat gerakan kami karena otomatis harus banyak berhenti untuk beristirahat, sementara hari sudah mulai semakin sore dan kami belum sampai dipuncak, Arrrrghhhh kesal. Satu hal yang baru saya sadari saat itu ternyata rombongan kami telah terpecah menjadi tiga kelompok, ini karena ego masing masing yang ingin cepat-cepat sampai puncak sementara rekan nya yang masih dibelakang mereka tak lagi perduli. Kejadian ini sangat membuat saya jengkel dan marah sehingga merubah saya menjadi seorang super saiyan tingkat 3!! Hahaha ga deh dipikir Son Goku di dragon ball z kali ya. 
Jadi urutan nya gini, kelompok pertama berada jauh didepan mungkin sudah sampai puncak terlebih dahulu, kelompok kedua itu kelompok saya berada di tengah-tengah. Nah kelompok tiga yakni kelompok terakhir berada dibawah/dibelakang kelompok saya.


Kesorean, kecapean, kehujanan, kelompok terpisah rupanya belum menyempurnakan keapesan kami kala itu. Turun nya kabut tebal dan salah satu anggota kelompok yang terserang keram menjadi ujian kami berikutnya. Inisiatif saya saat itu ialah membuat tempat berteduh sementara, dengan menggunakan plesit tenda yang diikatkan ke dahan dahan pohon sembari menunggu kelompok tiga datang.
Tak lama kelompok tiga datang dan bergabung dengan kelompok saya, setelah itu kami memutuskan mendirikan tenda dan menginap di area ini. Sebenarnya area ini bukan lah area yang cocok untuk dijadikan lahan berkemah karena lahan yang miring dan banyak dipenuhi akar, namun apa boleh buat ini keadaan darurat yang memaksa kami. Faktor cuaca yang tidak bersahabat menjadi pertimbangan kami saat itu untuk menghentikan sementara proses pendakian. Haaaaaaaaahh impian saya untuk bisa berkemah di tegal alun dan melihat hamparan padang edelweis tak bisa terwujud kali ini.

Subuh sekitar jam 04.30 kami melanjutkan perjalanan menuju puncak memburu sunrise. Kejadian naas kemarin rupanya terbayar dengan sunrise yang begitu indah pagi itu. Namun lagi-lagi saya dikejutkan dengan banyaknya orang dan tenda yang berada dipuncak Gunung Gede saat itu. Bahkan untuk berfoto didepan Plang bertuliskan Puncak Gede pun tak bisa karena saking penuhnya. Dipuncak ini juga terdapat banyak warung dadakan yang berdiri seperti dikandang batu kemarin.
Selang beberapa lama dipuncak kami bertemu lagi dengan kelompok pertama yang sempat terpisah tak tahu rimbanya. Akhirnya kelompok ini pun lengkap kembali.
Sunrise Puncak Gede Kala itu

sunrise puncak gede
Tak apalah ini jadi pembelajaran kami untuk selanjutnya tak lagi mementingkan ego sendiri, cukup disini kebodohan meninggalkan rekan ketika mendaki terjadi. Tak boleh lagi terulang. Karena mendaki itu tak melulu soal menikmati puncak semata, banyak hal yang jauh lebih penting dari itu. Solidaritas dan empati terhadap sesama salah satunya..
Pangrango dari Gede

Rombongan yang sempat terpisah :D




1 komentar:

  1. Harrah's Casino Tunica - Mapyro
    Mapyro® has 1,176 reviews of Harrah's Casino Tunica. 전주 출장안마 Hotels. See detailed information, photos 충주 출장샵 and 과천 출장마사지 ratings for 충청북도 출장샵 Harrah's 여수 출장샵 Casino Tunica,  Rating: 5 · ‎1 review

    BalasHapus