Gunung Merbabu cukup populer sebagai ajang kegiatan pendakian. Medannya tidak terlalu berat namun potensi bahaya yang harus diperhatikan pendaki adalah udara dingin, kabut tebal, hutan yang lebat namun homogen (hutan tumbuhan runjung, yang tidak cukup mendukung sarana bertahan hidup atau survival), serta ketiadaan sumber air. Penghormatan terhadap tradisi warga setempat juga perlu menjadi pertimbangan."
http://id.wikipedia.org/wiki/Gunung_Merbabu
Ada beberapa jalur pendakian menuju puncak merbabu yakni jalur wekas,selo dan cunthel. Saya sendiri dan rombongan memilih jalur wekas sebagai jalan menuju puncak merbabu,sumber air yang terdapat dijalur ini menjadi pertimbangan kami, baru kemudian ketika turun kami memilih jalur selo.
Kamis 14 Mei 2015 pukul 20.00 wib saya dan tiga rekan saya berangkat dari Stasiun Kiara condong Bandung menuju stasiun Lempuyangan Yogjakarta, menggunakan kereta kahuripan kelas ekonomi. Tiba di Lempuyangan sekitar pukul setengah 5 subuh, Lalu satu jam kami habiskan untuk sholat subuh dan istirahat baru kemudian pukul 05.30 kami bergerak menuju wekas. Saat itu kami kebingungan harus menggunakan transportasi apa dengan jurusan apa, benar-benar buta arah. Tanya sana-sini jawaban nya beda-beda malah jadi makin bingung. Kami berharap ada rombongan pendaki lain dengan tujuan yang sama jadi bisa diajak patungan buat sewa mobil angkutan langsung ke wekas, namun sayang nya tak ada pendaki lain yg terlihat di lempuyangan saat itu.
Awalnya kami mengikuti saran seorang teman pendaki di twitter dari stasiun lempuyangan dia menyuruh kami mencari halte trans jogja kemudian menuju terminal Jombor. Dari terminal jombor menuju terminal Magelang lalu cari bis 3/4 arah tujuan Wekas. Namun saat kami sedang berjalan kaki menuju halte trans jogja terdekat , seorang sopir taxi menghampiri kami menawarkan jasanya, dia bersedia mengantar kami ke Desa Wekas tepat di depan pos/basecamp pendakian. Katanya dulu dia juga pernah sekali mengantar pendaki lain dengan tujuan yang sama. Tawar menawar harga pun dimulai, harga yang dia tawarkan semula itu 750 ribu rupiah tentu saja kami keberatan dengan harga yang terlampau mahal itu, kemudian turun ke 500 ribu, 400 ribu sampai akhirnya deal di harga 350 ribu. Saya pribadi masih ingin menawar hingga 300 ribu namun salah seorang teman keburu nyeletuk setuju di 350 ribu.
................
Perjalanan dari Lempuyangan-Wekas cukup jauh ternyata, seingat saya kami memulai perjalanan dari jam 06.00 pagi tiba di pos pendakian wekas kurang lebih pukul 08.00. Pak sopir taxi benar-benar menurunkan kami tepat di depan pos pendakian bukan di gerbang / gapura desa Wekas. Akan sangat merepotkan jika kami diturunkan di depan gapura desa karena jaraknya lumayan jauh sekitar 3 km dan terus menanjak. Dari situ bisa berjalan kaki atau naik ojeg jika tidak ingin capek. Tapi ongkos ojeg nya juga lumayan mahal katanya perorang bisa nyampe 30 ribu atau lebih.
Sampai di Basecamp kami langsung melakukan registrasi dan melapor akan melakukan pendakian Gunung Merbabu via wekas dan turun via Selo. Kami dikenakan biaya pendaftaran perorang Rp. 16.000 ( padahal tulisan di tiket hanya 5 ribu rupiah ). Selesai mendaftar kami kemudian melakukan persiapan, mengecek ulang barang bawaan, lalu sarapan pagi. Di basecamp ini terdapat warung yang menyediakan alat-alat camping yang bisa disewa , juga terdapat warung nasi untuk para pendaki jadi bisa beli makan disini sebelum atau setelah mendaki.
08.30 wib kami memulai pendakian cuaca desa wekas yang saat itu begitu mendung dan diselimuti kabut tebal sempat membuat kami pesimis akan mendapat pemandangan bagus di puncak sana.
" Jalur Wekas merupakan jalur pendek sehingga jarang terdapat lintasan yang membentang. Lintasan pos 1 cukup lebar dengan bebatuan yang mendasarinya. Sepanjang jalan akan menemui ladang penduduk khas dataran tinggi yang ditanami bawang, kubis, wortel dan tembakau. Rute menuju pos 1 cukup menanjak dengan waktu tempuh sekitar 2 jam. Pos 1 merupakan sebuah dataran dengan sebuah balai sebagai peristirahatan. Selepas pos 1 perjlanan masih melewati ladang penduduk baru kemudian masuk kawasan hutan pinus. Waktu tempuh menuju pos 2 sekitar 2 jam dengan jalur yang terus menanjak curam. "http://id.wikipedia.org/wiki/Gunung_Merbabu
Rombongan kami tiba di pos 2 sekitar jam 11.00 atau 11.20 saya lupa tepatnya, itu berarti kami menempuh waktu 2 jam 20 menit sampai 3 jaman dari basecamp pendakian sampai pos ini. Pos 2 merupakan sebuah tempat yang terbuka dan datar yang cukup luas sehingga memungkinkan untuk bisa mendirikan puluhan tenda disini. Di area pos 2 terdapat sumber air yang disalurkan melalui pipa-pipa besar yang biasa digunakan para pendaki untuk minum atau memasak.
Suasana pos 2 saat itu lumayan cukup ramai oleh aktifitas para pendaki, sudah terdapat banyak tenda yang berdiri disana. Namun sayang selain pendaki yang banyak sampah pun juga tak kalah banyak berserakan disekitar area ini. Kebiasaan buruk !!
Salah seorang teman dalam rombongan tiba tiba merasa kurang sehat , sehingga kami putuskan beristirahat dulu disini sambil menunggu kondisinya membaik dan bisa melanjutkan perjalanan. Dia kami suruh untuk tidur sejenak sementara kami menyiapkan makan siang untuk disantap.
14.30 setelah selesai makan siang , cukup beristirahat dan kondisi rekan yang sakit kembali membaik kami lanjutkan lagi perjalanan menuju puncak.
" Selepas pos II jalur mulai terbuka hingga bertemu dengan persimpangan jalur Kopeng yang berada di atas pos V (Watu Tulis), jalur Kopeng. Dari persimpangan ini menuju pos Helipad hanya memerlukan waktu tempuh 15 menit. Perjalanan dilanjutkan dengan melewati tanjakan yang sangat terjal serta jurang di sisi kiri dan kanannya. Tanjakan ini dinamakan Jembatan Setan. Disini kita harus merayap hari -hati karena akan melewati tebing dengan pijakan sempit. Kemudian kita akan sampai di persimpangan, ke kiri menuju Puncak Syarif (Gunung Pregodalem) dan ke kanan menuju puncak Kenteng Songo ( Gunung Kenteng Songo) yang memanjang. " http://id.wikipedia.org/wiki/Gunung_Merbabu
Kami tiba dipuncak pukul 17.30 kurang lebih 3 jam dari pos 2 tadi, lalu segera mendirikan tenda.
.........................
Ketika turun dari puncak kami memilih melewati jalur Selo , saat kami turun sekitar pukul 09.15 wib dan sampai di basecamp selo kurang lebih pukul 13.00. Selo merupakan jalur landay yang panjang disini banyak terdapat sabana luas namun tidak tersedia sumber air.
Dari basecamp selo banyak mobil sewaan, mini bus hingga tukang ojeg yang sudah siap sedia menawarkan jasa angkutan mereka kepada para pendaki. Namun tentu saja harga yang ditawarkan terbilang cukup mahal jadi pintar pintar lah menawar harga. Saat itu saya sendiri dan teman teman gabung dengan rombongan dari Sidoarjo patungan menyewa mobil jenis carry dengan harga deal 450 ribu per-9 orang. Mobil mengantar kami semua sampai malioboro ( tujuan kami ). Untuk harga sewa ojeg dari basecamp selo sampai pasar / terminal boyolali berkisar 30-40 ribu perorang di hari biasa dan bisa naik 2x lipat di hari libur. ( Maksudnya hari dimana jalur pendakian sedang ramai ramainya ).
.....................
 |
Bung kipli tertidur karena sakit
|
 |
| Beberapa tenda di pos 2 saat itu |
On trek sebelum puncak
 |
| On trek sebelum puncak |
 |
| On trek sebelum puncak |
 |
| On trek sebelum puncak |
 |
| senja merbabu saat itu |
 |
Sunrise Merbabu
|
 |
Sunrise merbabu
|
 |
Merapi dari Merbabu
 |
Background foto: Sindoro,sumbing,prau
|
|
 |
Naga Hitam Adventure
 |
Sabana jalur selo
 |
Sabana jalur selo
 |
Gapura Jalur pendakian Selo
|
|
|
|
Tidak ada komentar:
Posting Komentar