"Gunung guntur memiliki ketinggian 2.249 Mdpl. Merupakan salah satu gunung api aktif yang berada di kabupaten Garut. Gunung ini pertama didaki oleh pendaki berkebangsaan prusia – Jerman, Frans Junghun pada tahun 1837. Pada saat itu Junghun memasukkan gunung ini pada golongan gunung – gunung api paling aktif di Jawa. Gunung ini memiliki dua sumber mata air, yaitu sumber air panas yang mengalir ke Cipanas yang kemudian dimanfaatkan sebagai wisata pemandian Cipanas, dan yang satu lagi sumber air dingin yang mengalir ke aliran curug citiis.Gunung guntur tidak seperti gunung –gunung di daerah tropis lainnya. Gunung ini justru terlihat tandus dan gersang. Jalurnya pun di dominasi oleh savanna dan batuan kerikil kecil sisa letusan.jarang kita menjumpai pohon besar sepanjang lintasan pendakian yang bisa kita gunakan untuk berteduh. Terutama pada lintasan sesudah melewati curug citiis. Medan yang tandus dan gersang membuat gunung guntur lebih dikenal karena cuacanya yang liar. Tekanan angin dan suhu udara yang panas, bahkan bisa di bilang ganas.Untuk mendaki gunung guntur, kita bisa melalui jalur curug citiis, yang berada di kampung citiis, kecamatan Tarogong kaler, Kabupaten Garut. Jalur pendakian ini merupakan jalur terpendek dan termudah yang ditemukan oleh Frans Junghun. Jalur ini selain melewati air terjun atau curug citiis, anda juga akan melalui lokasi penambangan pasir citiis yang beroperasi sejak tahun 1960 an." Dilansir dari https://www.facebook.com/permalink.php?id=374250922664458&story_fbid=385830308173186
Senin, 18 Mei 2015
Berpeluh di Tanah Guntur
Jumat, 13 Maret 2015
Taman Nasional Gede Pangrango
Jum'at malam 24 Oktober 2014 H-1 menuju keberangkatan kami menuju Taman Nasional Gunung Gede Pangrango. Malam itu udara terasa begitu dingin, suasana sekitar tak begitu ramai tak terlihat banyak orang yang rela keluar rumah, mungkin karena mereka lebih memilih berselimut ria dibanding harus berdingin dingin diluar rumah. Namun berbeda dengan kami , cuaca dingin saat itu tak mengurangi antusiasme kami untuk bersiap diri. Saat itu kami sengaja berkumpul bersama untuk sekali lagi mempersiapkan kebutuhan-kebutuhan penunjang selama perjalanan takutnya ada yang lupa kami check. Selain itu kami juga mengantisipasi keterlambatan ketika keberangkatan kalau kami harus tidur dirumah masing-masing.
Jadilah kami semua tidur bersama malam itu layaknya ikan pindang yang ditumpuk , sebuah balai Rw menjadi hotel dadakan kami saat itu.
Selasa, 21 Oktober 2014
Road To Gede
Beberapa bulan terakhir saya
memiliki hobi baru yang menurut saya pribadi ini adalah kegiatan yang amat
menyenangkan sekaligus membuat badan menjadi sehat,yakni hobi mendaki gunung
atau bahasa keren nya hiking. Memang saya masih tergolong pendaki newbie alias
pemula karena hanya baru beberapa kali saja melakukan pendakian. Tepatnya ini
pendakian ke- 5 sekaligus pendakian pertama saya mendaki gunung diluar kawasan
daerah Bandung.
Sebelumnya
saya hanya baru bisa mendaki pegunungan yang berada dikawasan daerah Bandung
saja,jujur ketika itu nyali saya belum cukup kuat untuk mampu menaklukan trek
pegunungan di luar kota. Takut ilang bro hehehe….
Langganan:
Postingan (Atom)